
Acara seremoni pembukaan Konferensi Cabang II AMGPM Gidion III diawali dengan pidato Ketua Cabang, Usi Henny Huwae, yang menegaskan peran pemuda Gereja sebagai ujung tombak dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan serta pengembangan organisasi Gereja.
Dalam arahannya, ditegaskan bahwa hal utama yang harus dimiliki peserta Konfercab adalah kepemimpinan dan model kepemimpinan Kristen, yakni kepemimpinan yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, serta mampu mengelola organisasi secara inovatif dan kreatif. Kepemimpinan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun AMGPM sebagai organisasi kader yang berkualitas.
Usi Henny Huwae juga menyampaikan harapan agar kepengurusan Cabang yang akan terpilih untuk periode selanjutnya tetap memiliki komitmen dan integritas yang tinggi, sehingga AMGPM dapat terus mengembangkan potensi kader serta mendukung pelayanan Gereja di jemaat. AMGPM didorong untuk berkomitmen membangun ketahanan iman, IPTEK, serta ketahanan sosial, ekonomi, budaya, dan politik sebagai wujud tanggung jawab kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
